Ads

ISU PUBLIK: KITA BUTUH MBG, TAPI LEBIH BUTUH SEKOLAH GRATIS SAMPAI SMA DAN PENGUATAN KOMPETENSI

ISU PUBLIK: KITA BUTUH MBG, TAPI LEBIH BUTUH SEKOLAH GRATIS SAMPAI SMA DAN PENGUATAN KOMPETENSI


 

MEDAN – Isu perbandingan syarat dan fasilitas antara dunia pendidikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa meski program MBG penting, namun kebutuhan mendesak lainnya yang jauh lebih strategis adalah pembenahan sistem pendidikan nasional, mulai dari akses hingga kualitas.


 
Masyarakat dan kalangan pendidik menyoroti adanya kesenjangan yang cukup mencolok. Di satu sisi, profesi guru memiliki standar yang tinggi, namun di sisi lain, penanganan program sosial justru terlihat lebih dimudahkan. Hal ini memicu pertanyaan besar: di mana prioritas pembangunan sumber daya manusia?

 
Kebutuhan Mendesak: Sekolah Gratis dan Penguatan Kompetensi


 
Merespons situasi ini, suara publik semakin keras menyerukan agar pemerintah lebih fokus pada hal-hal berikut:
 
1. Sekolah Gratis dari SD hingga SMA: Masyarakat menuntut pemenuhan hak pendidikan dasar dan menengah yang benar-benar gratis tanpa pungutan apa pun, sehingga tidak ada anak putus sekolah karena faktor ekonomi.


2. Bantuan Penunjang Keahlian dan Pelatihan: Selain teori, siswa dan generasi muda membutuhkan bekal keterampilan (skill) dan pelatihan vokasi yang nyata agar siap bersaing di dunia kerja.


3. Revisi dan Penegakan UU Pendidikan: Diperlukan aturan yang lebih berpihak pada guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta menjamin kesejahteraan dan kemudahan karier bagi pendidik.
 
Kritik Terhadap Kesenjangan Kebijakan
 
Dalam berbagai unggahan dan diskusi publik, masyarakat membandingkan realita yang terjadi:

 
- Di Dunia Pendidikan: Syarat menjadi guru minimal S1, usia dibatasi, gaji honorer masih sangat minim, fasilitas pendukung kurang memadai, dan proses pengangkatan menjadi PNS atau PPPK terasa sangat sulit serta penuh syarat.


- Di Program MBG: Sementara itu, syarat untuk terlibat dalam program ini dinilai jauh lebih longgar, usia lebih fleksibel, gaji dan fasilitas dinilai lebih menjanjikan, serta kemudahan dalam pengangkatan.




 
"Kita tidak menolak MBG, itu bagus untuk gizi anak. Tapi kita lebih butuh Sekolah Gratis yang sesungguhnya dari SD sampai SMA. Kita butuh anak-anak kita tidak hanya kenyang perutnya, tapi juga cerdas otaknya dan punya keahlian yang mumpuni lewat pelatihan yang layak," ujar Rules Gajah, S.kom pengamat pendidikan.(Sabtu ,18 April 2026)
 
Desakan Perbaikan UU Pendidikan
 
Masyarakat mendesak agar pemerintah dan DPR segera merevisi atau menegakkan Undang-Undang Pendidikan yang lebih adil. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika sistem pendidikan diperbaiki, fasilitas dicukupi, dan guru dihargai layak, maka kualitas bangsa akan meningkat secara berkelanjutan.
 
"Kenyang sehari saja tidak cukup, tapi bekal ilmu dan keterampilan akan berguna seumur hidup. Maka, mari kita samakan persepsi: MBG penting, tapi Sekolah Gratis, Pelatihan Keahlian, dan Kesejahteraan Pendidik jauh lebih krusial untuk masa depan Indonesia."
(TIM/RED)
 
 
 

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu