MEDAN — Keluarga Besar Dewan Pimpinan Pusat Generasi Negarawan Indonesia (DPP GNI) menyampaikan ucapan Selamat Hari Palang Merah Indonesia (PMI), 3 September 2026.
Peringatan ini dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali meneguhkan nilai kemanusiaan, kesukarelaan, solidaritas, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Pada 3 September 1945, Presiden Soekarno memberikan perintah kepada Menteri Kesehatan saat itu, dr. Boentaran Martoatmodjo, untuk membentuk badan Palang Merah Nasional. Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia persiapan dan berujung pada berdirinya Pengurus Besar Palang Merah Indonesia pada 17 September 1945.
Dengan demikian, 3 September menjadi tonggak sejarah perintah pembentukan Palang Merah Nasional, sedangkan 17 September 1945 merupakan tanggal berdirinya PMI.
Pendiri/Ketua Umum DPP GNI Rules Gajah, S.Kom, mengatakan bahwa semangat kepalangmerahan sangat relevan dengan pembangunan karakter generasi bangsa.
Menurutnya, generasi muda Indonesia tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual. Mereka juga harus mempunyai kepedulian sosial dan keberanian untuk hadir membantu masyarakat ketika menghadapi kesulitan.
“Kemanusiaan tidak boleh hanya menjadi slogan. Kemanusiaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian, gotong royong dan kesediaan membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Rules Gajah.
Ia menambahkan, seorang negarawan sejati harus mampu menempatkan kepentingan kemanusiaan dan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari pengabdiannya kepada bangsa.
PMI selama ini dikenal sebagai organisasi kemanusiaan yang bergerak dalam berbagai pelayanan sosial, kesehatan, donor darah, pertolongan pertama, penanggulangan bencana serta pengembangan relawan.
Dalam berbagai situasi bencana dan keadaan darurat, keberadaan relawan kemanusiaan menjadi sangat penting. Mereka hadir untuk membantu proses evakuasi, memberikan pertolongan pertama, mendistribusikan bantuan dan mendampingi masyarakat terdampak.
Karena itu, peringatan Hari Palang Merah Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi momentum memperluas partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan.
DPP GNI juga mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai salah satu bentuk kepedulian nyata.
Ketersediaan darah sangat dibutuhkan oleh pasien dalam berbagai kondisi medis. Karena itu, budaya donor darah sukarela perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari solidaritas sosial.
Selain donor darah, masyarakat juga dapat berkontribusi melalui kegiatan sosial, menjadi relawan, membantu korban bencana, memberikan edukasi pertolongan pertama serta berbagai bentuk kepedulian lainnya.
DPP GNI berpandangan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya berbicara mengenai ekonomi, politik, teknologi dan infrastruktur.
Pembangunan karakter manusia juga merupakan fondasi penting bagi masa depan Indonesia.
Generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama akan lebih mampu membangun kehidupan masyarakat yang berkeadilan, saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Karena itu, momentum Hari Palang Merah Indonesia diharapkan menjadi pengingat bahwa perbedaan tidak boleh menjadi penghalang untuk membantu sesama.
“Setetes darah adalah harapan.
Satu kepedulian adalah kemanusiaan.
Satu tindakan nyata dapat menyelamatkan kehidupan.”
Keluarga Besar DPP GNI memberikan apresiasi kepada seluruh relawan PMI, pendonor darah, tenaga kemanusiaan, tenaga kesehatan dan masyarakat yang terus berkontribusi dalam berbagai aksi kemanusiaan.
Selamat Hari Palang Merah Indonesia
3 September 2026.
DPP GNI — Generasi Negarawan Indonesia
Rules Gajah, S.Kom
Pendiri / Ketum DPP GNI
GNI Bersatu • GNI Berkarya • GNI Berkontribusi
GENERASI NEGARAWAN, BERJIWA KEMANUSIAAN.
DPP GNI: Hari Palang Merah Indonesia Momentum Memperkuat Semangat Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial
0 Komentar