Ads EZMOB

EZmob Banner 728x90

Arogansi “Jagoan Mabuk” Kembali Terjadi di Talaud:Guru SMK Dikeroyok Oknum TNI AL Saat Memancing, Warga Adat Ngamuk Datangi Lanal — “Ini Sudah yang ke-12 Kali!”



Arogansi “Jagoan Mabuk” Kembali Terjadi di Talaud:


Guru SMK Dikeroyok Oknum TNI AL Saat Memancing, Warga Adat Ngamuk Datangi Lanal — “Ini Sudah yang ke-12 Kali!”




Melonguane, Talaud | Sulawesi Utara
Ketenangan masyarakat Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, kembali terusik oleh dugaan aksi premanisme yang melibatkan oknum aparat. Seorang guru SMK menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sejumlah oknum anggota TNI Angkatan Laut (Lanal Melonguane) yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.

Peristiwa memprihatinkan ini terjadi pada Kamis malam (22/1/2026) sekitar pukul 21.00 WITA hingga Jumat dini hari, di area Pelabuhan Melonguane, ruang publik yang seharusnya aman bagi masyarakat sipil.

Guru Jadi Korban Kekerasan

Korban diketahui bernama Berkam Saweduling, seorang guru SMK di Talaud. Saat kejadian, Berkam hanya melakukan aktivitas sederhana — memancing di pelabuhan.

Namun situasi berubah mencekam ketika sekelompok oknum TNI AL datang dalam kondisi diduga mabuk, berteriak-teriak, dan membuat keributan.

Merasa terganggu, Berkam menegur dan merekam perilaku tersebut sebagai bentuk dokumentasi. Tindakan itu justru memicu kemarahan para oknum.

Tak terima direkam, mereka langsung menyerang Berkam secara bersama-sama (dikeroyok) hingga korban terjatuh tersungkur ke tanah.

Akibat pengeroyokan tersebut:

  • Mata kanan korban bengkak parah dan memerah
  • Punggung korban mengalami luka-luka lecet dan goresan
  • Korban mengalami trauma fisik dan psikis

Warga Lain Ikut Jadi Korban

Aksi kekerasan tidak berhenti pada satu korban. Lima warga lain yang datang untuk menanyakan kejadian justru ikut menjadi sasaran amukan.

Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, membenarkan insiden tersebut dan mengonfirmasi total korban penganiayaan berjumlah enam orang, seluruhnya warga sipil.

“Ini Sudah yang ke-12 Kali”

Kemarahan publik memuncak setelah muncul pengakuan warga bahwa perilaku mabuk dan membuat onar oleh oknum-oknum tersebut bukan kali pertama terjadi.

“Ini sudah yang ke-12 kali mereka mabuk dan bikin keributan. Setiap ada acara atau kumpul, pasti bikin kacau,”
ujar seorang warga dengan nada kecewa dan marah.

Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa insiden tersebut bersifat berulang dan sistemik, bukan kejadian spontan semata.

Warga Adat Turun ke Jalan

Tak tahan dengan situasi yang terus berulang, ratusan warga dan masyarakat adat menggelar aksi protes spontan di depan Patung Tuhan Yesus Melonguane.

Mereka menuntut:

  • Keamanan bagi warga sipil
  • Penegakan hukum yang adil
  • Sanksi tegas terhadap oknum aparat yang mencoreng nama institusi

Aksi berlangsung dengan penjagaan aparat dan menjadi sorotan luas masyarakat Talaud.

Sikap Danlanal Melonguane

Menanggapi situasi yang memanas, Danlanal Melonguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, menyatakan sikap tegas:

  • Lanal Melonguane bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan para korban
  • Proses mediasi kekeluargaan telah dilakukan
  • Namun, proses hukum tetap berjalan
  • Para pelaku dipastikan diproses dan akan diadili di Pengadilan Militer

Catatan Kritis Publik

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi institusi penegak keamanan, bahwa seragam negara bukan tameng untuk bertindak sewenang-wenang, terlebih di bawah pengaruh alkohol.

Masyarakat berharap:

  • “Kejadian ke-12” ini menjadi yang terakhir
  • Pengadilan Militer menjatuhkan hukuman tegas dan transparan
  • Tidak berhenti pada teguran atau sanksi administratif semata

Di media sosial, kemarahan publik pun meluap.
Salah satu komentar netizen yang viral berbunyi singkat namun keras:

“PECATTTTTTTT!!!”

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi komitmen TNI dalam menjaga disiplin, etika, dan perlindungan terhadap rakyat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Talaud.


Kalau mau:

  • 🔹 versi lebih tajam & investigatif
  • 🔹 versi headline click-news
  • 🔹 atau ditambahkan kutipan aktivis / tokoh adat / UU TNI & HAM

tinggal bilang. Saya siap luaskan lagi.

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu