Biaya Sumur Bor Rp150 Juta Ramai Diperdebatkan, TNI AD Tegaskan Bukan untuk Satu Rumah
Nasional-Media sosial tengah diramaikan perbincangan mengenai biaya pembuatan sumur bor yang disebut mencapai Rp150 juta. Angka tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan warganet setelah mencuat dalam sebuah rapat terkait program penyediaan air bersih. Tak sedikit netizen yang mempertanyakan kewajaran anggaran tersebut, bahkan menduga biaya itu dialokasikan hanya untuk satu rumah tangga.
Menanggapi kegaduhan yang berkembang, TNI Angkatan Darat (TNI AD) akhirnya memberikan klarifikasi resmi. TNI AD menegaskan bahwa angka Rp150 juta **bukan** biaya pembuatan sumur bor untuk satu rumah, melainkan anggaran program sumur bor **berskala besar** yang diperuntukkan bagi kebutuhan air bersih **ratusan warga** di suatu wilayah.
“Program sumur bor ini dirancang sebagai fasilitas bersama, bukan individual. Anggaran tersebut mencakup banyak komponen teknis dan sarana pendukung,” jelas pihak TNI AD dalam keterangannya.
Menurut TNI AD, anggaran tersebut meliputi proses pengeboran dengan spesifikasi teknis tertentu sesuai kondisi geografis, instalasi pompa air berkapasitas besar, pembangunan jaringan distribusi ke titik-titik pemukiman warga, hingga penyediaan sarana pendukung agar sistem air bersih dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Meski klarifikasi telah disampaikan, perdebatan di ruang publik masih terus berlangsung. Isu ini pun kembali membuka diskusi yang lebih luas mengenai pentingnya transparansi anggaran, kejelasan komunikasi kebijakan, serta pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah yang bersifat kolektif dan berskala besar.
TNI AD berharap penjelasan ini dapat meluruskan persepsi keliru yang berkembang di masyarakat. Program sumur bor tersebut, ditegaskan kembali, merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
“Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan,” tutup pernyataan TNI AD.
0 Komentar